Presiden Prabowo & Manteri PKP Maruarar Bahas Percepatan 141 Rumah Bersubsidi, Fokus Hunian Layak dan Terjangkau
POLITIKBISNIS
1/31/20262 min read


Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ara melaporkan perkembangan kesiapan proyek perumahan bersubsidi yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Salah satu fokus utama adalah pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pemerintah telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 30 hektare yang saat ini sudah melalui proses land clearing dan siap untuk memasuki tahap groundbreaking.
Pemilihan Cikarang sebagai lokasi pembangunan bukan tanpa pertimbangan. Kawasan ini dinilai strategis karena berdekatan dengan pusat industri, fasilitas umum, layanan kesehatan, pendidikan, serta memiliki akses transportasi yang memadai. Dengan lokasi yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi, hunian yang dibangun diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga mampu menunjang kualitas hidup dan produktivitas penghuninya.
Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut menekankan pentingnya percepatan realisasi proyek, terutama melalui penyederhanaan proses perizinan dan efisiensi biaya administrasi. Pemerintah ingin memastikan pembangunan rumah bersubsidi tidak terhambat oleh birokrasi yang panjang, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah dapat segera merasakan manfaatnya. Arahan ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang lebih pro-rakyat dan berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.
Selain memberikan solusi hunian, proyek pembangunan 141 ribu rumah bersubsidi ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Pemerintah memperkirakan proyek tersebut akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja dari berbagai sektor, mulai dari konstruksi, material bangunan, hingga jasa pendukung lainnya. Aktivitas pembangunan dalam skala besar ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya beli masyarakat di sekitar kawasan proyek.
Program rumah bersubsidi ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam mengurangi backlog perumahan nasional, yaitu kesenjangan antara kebutuhan rumah layak dan ketersediaan hunian yang ada. Selama ini, backlog perumahan masih menjadi tantangan besar, khususnya di kawasan perkotaan dan daerah penyangga ibu kota. Melalui pembangunan rusun bersubsidi dan optimalisasi skema pembiayaan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi, pemerintah berupaya menghadirkan solusi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Ketersediaan anggaran, kesinambungan pembiayaan, koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah, serta integrasi dengan infrastruktur transportasi publik menjadi faktor kunci keberhasilan program ini. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses akan terus diawasi agar pembangunan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan berkualitas.
Pertemuan di Hambalang ini menandai keseriusan pemerintahan Prabowo dalam menjadikan sektor perumahan sebagai pilar penting pembangunan nasional. Dengan target 141 ribu rumah bersubsidi yang segera direalisasikan, pemerintah berharap masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah dapat memperoleh hunian yang layak, terjangkau, dan berada di lingkungan yang mendukung kehidupan sosial serta ekonomi yang lebih baik.
Follow Instagram Kami Timurnesia.official



